WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

Beberapa hari belakangan ini saya sangat terharu dengan iklan-2 di TV yang menayangkan tragedi penyerangan Israel ke Palestina… dan sejenak saya menyimak sebuah soundtrack “WE WILL NOT GO DOWN” (Song for Gaza) pada tayangan tersebut.. .

Ingin rasanya memiliki lagu tersebut untuk di putar di Lapie… dan akhirnya sayapun menemukannya di internet… berkat seorang teman .. http://rocknoida.wordpress.com/ , saya unduh file MP3 nya…

ini dia link nya : http://www.freelancesyria.com/mh/we_will_not_go_down.mp3

sedangkan Liriknya adaah sbb:

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by
Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

 So then… kalo yang ingin bahasa indonesianya… kira-2 seperti dibawah.. (kata sih begitu…..)

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

 

 

Semoga bermanfaat

 

Salam

Plastik Botol Minum Keseharian Saya ternyata Berbahaya!!

 

Original Posted by: Giri Kuncoro on: October 21, 2008

Saya terinspirasi membuat tulisan ini setelah mengikuti kuliah kewirausahaan yang diajarkan oleh Bu Siti kemarin siang. Beliau menjelaskan beberapa simbol yang merepresentasikan jenis-jenis plastik. Ada yang berbahaya dan ada juga yang aman. Saya jadi teringat masa-masa sekolah saya, mulai dari SD, SMP, dan SMA yang selalu membawa bekal minuman dengan mengisi air ulang pada “botol Aqua”. Konon katanya plastik yang terkandung dalam botol tersebut berbahaya dan dapat menyebabkan kanker bila digunakan kembali dengan pengisian ulang airnya. Saya jadi ngeri sendiri memikirkan akibat yang akan timbul pada tubuh saya akibat bertahun-tahun mengonsumsi air yang diisi ulang pada botol Aqua tersebut. Lebih jauh lagi, botol minum “non Aqua” yang saya pakai sehari-hari di kamar saya juga ternyata berbahaya..!! Tapi yaa, sudahlah. Akan saya paparkan sedikit 7 simbol plastik di bawah ini agar tidak terjadi lagi kisah “isi ulang botol Aqua” seperti saya. (

1. PETE atau PET (Polythylene Terephthalate)

Simbol ini biasa terdapat pada botol plastik transparan seperti pada kemasan air mineral atau minuman yang siap untuk diminum. JANGAN PERNAH mengisi ulang botol dengan simbol seperti ini, apalagi dengan air panas. Hal ini dapat mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang bisa memicu penyakit kanker.

2. HDPE (High Density Polythylene)

Simbol ini terdapat pada botol yang berwarna putih susu. Juga biasa digunakan untuk air minuman galon, kursi plastik, atau kemasan susu jika pada makanan. Botol ini juga hanya boleh untuk sekali pakai saja.

3. V atau PVC (Polyvinyl Chloride)

Plastik yang memiliki simbol ini, menandakan plastik yang sulit untuk didaur ulang, seperti plastik pembungkus atau pada botol-botol. Kandungan plastik ini bisa lumer dan bercampur ke dalam makanan pada suhu -15 derajat Celcius. Akibatnya berbahaya, bisa menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

4. LDPE (Low Density Polythylene)

Plastik dengan simbol ini biasanya digunakan untuk makanan, plastik kemasan, dan teksturnya terasa lembek atau lentur. Plastik pembungkus makanan atau botol dengan kode ini cukup aman digunakan. Sayangnya, plastik ini hampir tidak dapat dihancurkan.

5. PP (Polypropylene)

Plastik yang bernomor 5 dan memiliki simbol PP ini termasuk yang aman dipakai membungkus makanan atau minuman. Biasanya plastik ini digunakan untuk tempat makanan dan botol minum bayi. Plsatiknya berwarna transparan, bening, dan tembus pandang. Kalau ingin mengisi ulang botol plastik sangat tidak salah untuk mencari plastik dengan nomor 5 di tengah simbol recycle dan bertuliskan PP.

6. PS (Polystyrene)

Kemasan plastik yang bersimbol PS ini contohnya adalah kemasan stereofoam, yang biasa dipakai untuk wadah makanan atau minuman sekali pakai. Bahan ini bisa bercampur dengan makanan, saat makanan panas diisikan ke dalam wadah ini, bahan styrine ini bisa berbahaya untuk otak dan sistem saraf.

7. OTHER atau biasanya polycarbonate

Kode tujuh ini biasanya ada 4 macam.

1. SAN (styrene acrylonitrile)
2. ABS (acrylanitrile butadiene styrene)
3. PC (polycarbonate)
4. Nilon

Plastik ini biasa digunakan untuk tempat makanan dan minuman, alat-alat rumah tangga, komputer, dan lainnya. Plastik dengan kode 7 SAN dan ABS ini baik dan aman digunakan untuk makanan atau minuman. Hanya saja, untuk kode PC sebaiknya tidak digunakan untuk makanan dan minuman karena bisa mengeluarkan zat yang berbahaya.. |

Original Posted by: Giri Kuncoro on: October 21, 2008

http://pentriloquist.wordpress.com/2008/10/21/plastik-botol-minum-keseharian-saya-ternyata-berbahaya/

Sharing Buku Teknik Sipil #1

Sekedar sharing link referensi untuk kalangan Teknik Sipil, mudah-mudahan ada manfaatnya.

Setidaknya untuk mengurangi waktu Googling..he.he.!

Jangan lupa persiapkan koneksi yang mantap karena file2nya cukup besar …

Klik Link dibawah ini :

http://yanartana.com/civil-engineering/sharing-buku-teknik-sipil-1

Semoga bermanfaat.

Thanks

Panduan Instalasi Ubuntu 8.10 Alternate Intrepid Ibex

Kutipannya:

Ubuntu adalah salah satu distro Linux untuk desktop yang paling populer sejak kemunculannya tahun 2004 lalu dengan rilis perdananya, Ubuntu 4.10 Warty Warthog.

Alternate CD sendiri sudah lama digunakan, sejak rilis 4.10. Karena alasan efisiensi, sejak rilis 6.06, Ubuntu selalu didistribusikan dalam bentuk LiveCD yang bisa diinstall.

Alternate CD adalah cara Ubuntu untuk memudahkan anda yang ingin memiliki desktop anda sendiri tetapi tidak mampu menjalankan livecd karena keterbatasan memory RAM yang anda miliki.

Bulan Nopember ini, Ubuntu telah merilis ubuntu 8.10, anda bisa meminta CD Ubuntu 8.10 secara cuma-cuma atau gratis dari http://shipit.ubuntu.com

Bagaimana proses instalasinya?
Bagaimana Membagi Partisinya?
Saya membahas semuanya dalam ebook ini.

Silahkan download ebooknya di http://www.ziddu.com/download/2743978/Ebook-instalasi-ubuntu-8.10-alternate.pdf.html

MENGENAL SISTIM KOORDINAT DAN TRANSFORMASI KOORDINAT

PENGENALAN TENTANG SISTIM PROYEKSI,
SISTIM KOORDINAT DAN TRANSFORMASI KOORDINAT

(Tulisan ini merupakan salah satu rujukan saya dalam mengenal / mengingatkan kembali tentang Sistem Koordinat, Tulisan ini disadur dari sumber asli : http://www.geocities.com/yaslinus/sistem_proyeksi.html)

 

Dalam hubungan Sistim Informasi Geografi (GIS)

  1. SISTIM PROYEKSI

Proyeksi adalah suatu cara dalam usaha menyajikan dari suatu bentuk yang mempunyai dimensi tertentu ke dimensi lainnya. Dalam hal ini adalah dari bentuk matematis bumi (Elipsoid atau Elip 3 dimensi) ke bidang 2 dimensi berupa bidang datar (kertas). PROYEKSI dapat dibagi menurut criteria :

SIFAT:

  1.  
    1. KONFORM (bentuk sama)
    2. EQUIVALENT (luas sama)
    3. EQUIDISTANT (jarak sama)

BIDANG :

  1.  
    1. AZIMUTHAL (bidang datar)
    2. KERUCUT (bidang kerucut)
    3. SILINDER (bidang silinder)

KEDUDUKAN BIDANG PROYEKSI :

  1.  
    1. NORMAL ( tegak )
    2. TRANSVERSAL ( melintang )
    3. OBLIQUE ( miring )
  1.  
    • Sebagai ilustrasi analogi dapat dibayangkan bagaimana cara untuk mendatarkan kupasan kulit jeruk agar didapatkan jumlah luas minimal dan dijaga posisi relatip setiap titik dikulit jeruk tadi tetap sama. Maka cara mengiris kupasan jeruk tadi dianalogkan sama dengan Proyeksi.
    • Ada banyak sistim Proyeksi, diantaranya yang digunakan dalam kepentingan pemetaan adalah Proyeksi Silinder Melintang yang dikenalkan oleh Mercator dan bersifat Universal atau disebut UTM ( Universal Tranvers Mercator ) sistim ini telah dibakukan oleh BAKOSURTANAL sebagai sistim Proyeksi Pemetaan Nasional.
    • Mengapa UTM, karena:
      1. Kondisi geografi negara Indonesia membujur disekitar Garis Katulistiwa atau garis lingkar Equator dari Barat sampai ke Timur yang relatip seimbang.
      2. Untuk kondisi seperti ini, sistim proyeksi Tranvers Mercator/Silinder Melintang Mercator adalah paling ideal (memberikan hasil dengan distorsi minimal).
      3. Dengan pertimbangan kepentingan teknis maka dipilih sistim proyeksi Universal Transverse Mercator yang memberikan batasan luasan bidang 6º antara 2 garis bujur di elipsoide yang dinyatakan sebagai Zone.

Ciri dari Proyeksi UTM adalah :

  1.  
    1. Proyeksi bekerja pada setiap bidang Elipsoide yang dibatasi cakupan garis meridian dengan lebar 6º yang disebut Zone.
      ZONE :
      Penomoran Zone merupakan suatu kesepakatan yang dihitung dari Garis Tanggal Internasional (IDT) pada Meridian 180º Geografi ke arah Barat – Timur, Zone 1 = (180ºW sampai dengan 174ºW). Wilayah Indonesia dilingkup oleh Zone 46 sampai dengan Zone 54 dengan kata lain dari Bujur 94º E(ast) sampai dengan 141 E(ast)
    2. Proyeksi garis Meridian Pusat (MC) merupakan garis lurus vertical pada tengah bidang proyeksi.
    3. Proyeksi garis lingkar Equator merupakan garis lurus horizontal di tengah bidang Proyeksi.
    4. Grid merupakan perpotongan garis-garis yang sejajar dengan dua garis proyeksi pada butir 2 dan 3 dengan interval sama. Jadi, garis pembentuk grid bukan hasil proyeksi dari garis Bujur atau garis Lintang Elipsoid (kecuali garis Meridian Pusat dan Equator).
    5. Faktor skala garis (scale factor) di Pusat peta adalah 0.9996, artinya garis horizontal di tanah pada ketinggian muka air laut, sepanjang 1 km akan diproyeksikan sepanjang 999.6 m pada Peta. Catatan : Faktor skala tidak sama dengan skala peta.
    6. Penyimpangan arah garis meridian terhadap garis utara Grid di Meridian Pusat = 0º, atau garis arah Meridian yang melalui titik diluar Meridian Pusat tidak sama dengan garis arah Utara Grid Peta, simpangan ini disebut Konfergensi Meridian. Dalam luasan dan skala tertentu tampilan simpangan ini dapat diabaikan karena kecil (tergantung posisi terhadap garis Ekuator).

 

  1. SISTIM KOORDINAT.
  1.  
    • Koordinat adalah pernyataan besaran geometrik yang menentukan posisi satu titik dengan mengukur besar vektor terhadap satu Posisi Acuan yang telah didefinisikan.
      Posisi acuan dapat ditetapkan dengan asumsi atau ditetapkan dengan suatu kesepakatan matematis yang diakui secara universal dan baku. Jika penetapan titik acuan tersebut secara asumsi, maka sistim koordinat tersebut bersifat Lokal atau disebut Koordinat Lokal dan jika ditetapkan sebagai kesepakatan berdasar matematis maka koordinat itu disebut koordinat yang mempunyai sistim kesepakatan dasar matematisnya.

Sebagai contoh:

  1.  
    • Pada Proyeksi UTM, sistim koordinat yang digunakan adalah Orthmetrikl 2 Dimensi, dengan satuan mete,r kesepakatan posisi titik Acuan berada di pusat proyeksi yaitu perpotongan proyeksi garis Meridian Pusat pada Zone tertentu dengan lingkaran Equator dan di-definisikan sebagai :
      N(orth) : 10,000,000 m
      E(ast) : 500,000 m
    • Penentuan Zone: Zone ditentukan dengan :

 

Dimana :
Bujur = Bujur ditengah daerah Pemetaan
3º = Lebar 0.5 Zone
30 = Nomor Zone di Greenwich

Kesimpulan, Parameter Koordinat UTM terdiri dari komponen North/East dan informasi Zone. (Kontur bukan merupakan parameter koordinat.)

  1.  
    • Pada Sistim Proyeksi Lokal, titik acuan dapat berupa Patok, Paku, Pojok Bangunan dll, dengan asumsi nilai X,Y sebarang, dengan arah Utara Grid sebarang. Koordinat ini dapat pula disebut Koordinat Relatip. Jika pada kemudian hari koordinat “Patok” tersebut dapat ditentukan hubungannya terhadap Sistem Koordinat Nasional, maka Sistim Koordinat dapat diubah menjadi Sistem Koordinat Baku. Proses ini disebut juga TRANSFORMASI.

 

  1. TRANSFORMASI KOORDINAT

Transformasi Koordinat adalah proses pemindahan suatu Sistim Koordinat ke Sistim Koordinat lainnya.

  1.  
    1. Pada pembahasan terdahulu Koordinat harus mempunyai acuan Posisi dan Arah. Dalam kasus ini dibatasi pembahasan Transformasi Koordinat Geografi ke Koordinat UTM dan sebaliknya.
    2. Koordinat Geografi pada Proyeksi UTM mempunyai referensi Posisi Acuan dan arah yang sama yaitu Titik Pusat Proyeksi untuk posisi dan arah utara Grid di Meridian Pusat sebagai arah acuan. Permasalahan yang timbul adalah :
  1.  
    1.  
      1. SATUAN (unit) . Besaran Pada Koordinat Geografi dinyatakan dalam besaran sudut (derajat), besaran pada Koordinat UTM dinyatakan besaran panjang (meter).
      2. Bidang persamaan, pada Koordinat geografi dinyatakan sebagai permukaan Elipsoid, sedang bidang persamaan UTM merupakan bidang datar.
    2. Jadi hubungan antara Koordinat Geografi dan UTM adalah :

 

Dimana :
ON = Origin North = 10,000,000 m
G = Panjang busur Meridian
ko =0.9996
OE = Origin East = 500,000 m
p = Panjang busur Paralel
Kor = Koreksi akibat perubahan bentuk 3 D garis lengkung ke 2D.
Garis Meridian : Garis lengkung melingkar dipermukaan Elipsoid dan melewati 2 kutub
Garis Paralel : Lingkaran melintang dipermukaan Elipsoid dari Kutub U ke S sejajar Equator

 

KESIMPULAN DIHUBUNGKAN DENGAN KONSEP GIS

Karena Sistim Informasi Geografi (GIS) merupakan metoda sajian terpadu, maka semua data masukan spasial maupun tabular harus berupa data terpadu. Artinya, kesatuan Sistim Koordinat untuk data spasial, kesatuan ID untuk data tabular, kesatuan dalam me-manage data untuk sasaran informasi tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Fungsi Sistim Proyeksi dan transformasi sangat memegang peranan sangat penting.

Hal lain yang perlu diingat bahwa konsep GIS memanfaatkan pula jaringan data antar Pusat dengan Daerah, antar Instansi yang bersifat Nasional , yang sangat berguna untuk analisis terhadap suatu dampak dari perubahan data yang masuk dalam cakupan yang lebih luas. Jadi kesatuan dalam Sistim Koordinat adalah mutlak dalam konsep GIS.

Setelah dipahami tiga Konsep ( Proyeksi, Koordinat, Transformasi ) diatas, dapat disimpulkan bahwa data masukan spasial (peta) mutlak harus mempunyai kesatuan dalam hal Spheroid dan Sistim Koordinat, yaitu UTM dengan Elipsoid Acuan WGS84 ( Parameter ini telah baku untuk peta rupa bumi Nasional ), jika data tersebut tidak dalam sistim tersebut maka perlu dilakukan transformasi Koordinat sebelumnya.

 

ISTILAH – ISTILAH

Koordinat GEOGRAFI :

Pernyataan Koordinat Spheroid Bumi (3D) dengan Komponen :

  1.  
    1.  
      1. Bujur (Longitude), dimana Bujur 0º terletak di GREENWICH di negara Inggris (sekitar kota London) dihitung ke barat (BUJUR Barat) dan ke timur (BUJUR Timur)
      2. Lintang (Latitude), dimana diawali pada Lintang 0º yang merupakan lingkaran Equator dihitung ke Utara (Lintang Utara) dan ke Selatan (Lintang Selatan) Posisi Geografi adalah titik potong garis Bujur dan Lintang yang melalui titik tersebut.

PROYEKSI UTM (Universal Transverse Mercator) :
Sistim Proyeksi Orthometrik dengan satuan panjang ( m ) berdasar bidang SILINDER (Mercator), bersifat KONFORM, kedudukan bidang Proyeksi TRANVERSAL (Melintang), menggunakan ZONE (Universal) dengan interval 6º meridian dikenalkan oleh Mercator.

KOORDINAT UTM :
Koordinat Orthometrik 2 Dimensi, dengan Titik Acuan N = 10,000,000 m dan E = 500,000 m terletak di Pusat Proyeksi (Perpotongan Meridian Central/Tengah Zone dengan Equator). Arah Utara grid sejajar Proyeksi MC

ZONE :
Merupakan Juring Elipsoid dengan batasan 6º diawali di Bujur 180º dengan arah Timur (Zone 1) sampai dengan Zone 60. Artinya berawal di Bujur 190º ketimur (Bujur Timur) melalui Bujur 0º di Greenwich (Zone 30) berakhir di Bujur 180 Timur (Zone 60) GARIS BUJUR (Longitude Line) / Grs Meridian. Proyeksi potongan satu bidang dengan elipsoid melalui dua kutubnya yang merupakan garis di permukaan Elipsoid Bumi membujur dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Dihitung dari Bujur 0º Greenwich 180º kearah Timur dan 180º kearah Barat

GARIS LINTANG (Latitude)
Garis potong antara bidang datar dengan Elipsoid yang memotong melintang tegak lurus sumbu Elipsoid Bumi berupa garis di permukaan Elipsoid diawali Lintang 0º di Equator menuju Kutub Utara ( Lintang Utara) dan Selatan ( Lintang Selatan) secara berjajar.

 

Materi Terkait : mengenal-system-koordinate-part-2

Mengenal System Koordinate (Part-2)

Sistem koordinat dua dimensi

Sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi umumnya didefinisikan dengan dua sumbu yang saling bertegak lurus antar satu dengan yang lain, yang keduanya terletak pada satu bidang (bidang xy). Sumbu horizontal diberi label x, dan sumbu vertikal diberi label y. Pada sistem koordinat tiga dimensi, ditambahkan sumbu yang lain yang sering diberi label z. Sumbu-sumbu tersebut ortogonal antar satu dengan yang lain. (Satu sumbu dengan sumbu lain bertegak lurus.)

Titik pertemuan antara kedua sumbu, titik asal, umumnya diberi label 0. Setiap sumbu juga mempunyai besaran panjang unit, dan setiap panjang tersebut diberi tanda dan ini membentuk semacam grid. Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi, nilai x ditulis (absis), lalu diikuti dengan nilai y (ordinat). Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik.

Gambar 3 – Keempat kuadran sistem koordinat Kartesius. Panah yang ada pada sumbu berarti panjang sumbunya tak terhingga pada arah panah tersebut.

Mengenal System Koordinate (Part-1)

Sistem koordinat Kartesius

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gambar 1 – Sistem koordinat Kartesius. Terdapat empat titik yang ditandai: (2,3) titik hijau, (-3,1) titik merah, (-1.5,-2.5) titik biru, dan (0,0), titik asal, yang berwarna ungu.

Dalam matematika, Sistem koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x dan koordinat y dari titik tersebut.

Untuk mendefinisikan koordinat diperlukan dua garis berarah yang tegak lurus satu sama lain (sumbu x dan sumbu y), dan panjang unit, yang dibuat tanda-tanda pada kedua sumbu tersebut (lihat Gambar 1).

Sistem koordinat Kartesius dapat pula digunakan pada dimensi-dimensi yang lebih tinggi, seperti 3 dimensi, dengan menggunakan tiga sumbu (sumbu x, y, dan z).

Dengan menggunakan sistem koordinat Kartesius, bentuk-bentuk geometri seperti kurva dapat diekspresikan dengan persamaan aljabar. Sebagai contoh, lingkaran yang berjari-jari 2 dapat diekspresikan dengan persamaan x² + y² = 4 (lihat Gambar 2).

Istilah Kartesius digunakan untuk mengenang ahli matematika sekaligus filsuf dari Perancis Descartes, yang perannya besar dalam menggabungkan aljabar dan geometri. Hasil kerjanya sangat berpengaruh dalam perkembangan geometri analitik, kalkulus, dan kartografi.

Ide dasar sistem ini dikembangkan pada tahun 1637 dalam dua tulisan karya Descartes. Pada bagian kedua dari tulisannya Discourse on Method, ia memperkenalkan ide baru untuk menggambarkan posisi titik atau obyek pada sebuah permukaan, dengan mengggunakan dua sumbu yang bertegak lurus antar satu dengan yang lain. Dalam tulisannya yang lain, La Géométrie, ia memperdalam konsep-konsep yang telah dikembangkannya.

Lihat koordinat (matematika) untuk sistem-sistem koordinat lain seperti sistem koordinat polar.

Panduan membuat blog di Multiply.com

Saya ingat seorang teman.. yang kesulitan dalam memulai membuat blog di Multiply.com… coba dech lihat di link berikut…

http://www.panduan.multiply.com

Atau ada diantara para sahabat yang mau berbagi dengan kami…..Jangan ragu untuk memposting disini…”Tempat singgah untuk Bebagi…”

Salam

Islamic Greeting Card

Anda bermaksud memberi ucapan selamat lebaran kepada seluruh pengunjung blog anda? Tampilkan Kartu ucapan “Hari raya Idul Fitri” di blog anda melalui fasilitas yang diberikan oleh web http://al-habib.tripod.com . dengan satu kali klik, tanpa ribet kartu anda pun langsung tampil. Bahkan web http://al-habib.tripod.com juga memberikan fasilitas pengiriman berbagai macam kartu uapan elektronik kepada alamt-alamat e-mail yang anda miliki. Jangan lupa … design kartu ucapan dapat anda pilih sesuka hati anda….., So simple……so easy…

PASANG STATUS YM

Naskah asli :http://m4rnos.wordpress.com/

Untuk yang belum tahu sama sekali memang ya sulit. Tapi untuk yang sudah mengerti ato pernah pasang status yahoo messenger di web Sebenarnya gampang sekali. saya bilang gampang karena memang caranya simpel. langsung saja… yang kamu kerjakan adalah buka widget kamu untuk yang wordpress. Untuk pengguna blogger, kalo kamu pengen nambahin status tersebut di sidebar, gunakan add page element, kemudian pilih HTML/Javascript. Kemudian langsung aja kamu kopi script di bawah ini di widget text anda.

<a href="ymsgr:sendIM?m4rnos“>
<img border=0 src=”http://opi.yahoo.com/online?u=m4rnos&amp;m=g&amp;t=1” /> </a>

Silahkan ganti ID yahoo saya m4rnos dengan id yahoo kamu, angka t=1 menunjukkan variasi gambar yang bisa kamu pilih, mulai dari angka 0 sampai 5.

Contoh:

Selamat mencoba!